Soren8Heart

Sabtu, 2008 Oktober 18

Topeng dan Kematian

Sudah kuduga aku harus menulis ini, cepat atau lambat...
Disamping mungkin karena emosi yang mendukung untuk menulis ini(marah, sedih, dan akhirnya mungkin senang)

Akhir-akhir ini aku selalu lupa kalau dulu aku pernah merasa bahwa aku ini adalah manusia yang paling dibenci di lingkungan di manapun aku berada, sekolah, rumah, kampus, kelas, di antara teman-teman, di dalam organisasi. Dulu aku selalu merasa bahwa semua orang yang melihatku, di dalam pikirannya mereka sedang mengucapkan kata-kata kebenciannya pada diriku, sedang berpikir bahwa sebaiknya aku tidak ada di depan mereka pada waktu itu. Mungkin seseorang akan mengatakan, "itu kan hanya perasaanmu". Yah, mungkin memang itu perasaan saja. Namun aku terlalu banyak nonton anime(yang punya sedikit banyak unsur psikologinya), terlalu banyak memperhatikan hubungan yang diciptakan manusia begitu pula terlalu banyak memperhatikan hubungan yang diputus manusia.

Di dalam pikiranku tertanam bahwa setiap manusia menggunakan topeng, pada saat berhadapan dengan orang lain bahkan pada keluarga. Topeng yang kumaksud adalah wajah dimana pikiran, ucapan dan perbuatan dimanipulasi agar lawan bicara atau orang disekelilingnya merasa bahwa dia yang memakai topeng itu bisa diterima. Awalnya aku berpikir bahwa memakai topeng itu sesuatu yang buruk, karena hal itu seperti melakukan sesuatu kebohongan karena kita tidak menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya. Akuilah, bahkan menurut beberapa penelitian orang mengatakan bahwa manusia berbohong untuk diterima di masyarakatnya. Contohnya saja seperti yang dipaparkan di sini. Pada artikel itu dikatakan bahwa seseorang mengatakan suatu kebohongan agar ia bisa dipedulikan oleh orang lain. Namun aku mulai menerima bahwa untuk beberapa kasus, seseorang kadang perlu berbohong agar ia dapat diterima di lingkungannya. Namun ia harus menerima resikonya karena berbohong.

Aku mungkin bukan orang yang nakal pada saat smp atau sma(yang beberapa atau mungkin semua orang anggap kenakalan itu menjadi kenangan yang manis), karena aku merasa kenakalan semacam itu(misal, mengerjai guru) adalah hal yang tidak begitu baik untuk dilakukan. Tapi karena hal itulah(karena menganggap hal itu bukan kenangan manis) maka aku tidak banyak mempunyai teman. Jelas, karena hampir semua orang yang seharusnya bisa menjadi temanku melakukan kenakalan dan menganggapnya kenangan manis sedangkan aku tidak bisa membaur dengan mereka karena aku tidak menganggapnya begitu. Repot. Ketika kita merasa diri kita benar menurut etika(tidak nakal), kita justru tidak mendapatkan teman(aku merasa selalu kesepian karena tidak pernah berkumpul-kumpul seperti layaknya orang lain). Orang-orang, mungkin ada di antara kalian, dengan senangnya, dengan tertawa-tawa menceritakan bahwa dulu pernah melakukan kenakalan dan sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan. Dan aku yakin sekali, dalam suatu acara kumpul-kumpul bersama teman, tidak 100% cerita yang dibagi benar, pasti ada unsur bohongnya. Karena kalau tidak bohong, maka si pendengar tidak akan tertarik. Padahal aku belajar bahwa "orang yang selalu berbuat baik, tidak akan ditinggalkan teman-temannya". Yah, aku memang bukan orang yang baik sekali, namun minimal aku tidak melakukan kenakalan-kenakalan yang biasanya dilakukan anak-anak smp atau sma.

Pada akhirnya pun aku memakai topeng, topeng ini menutup diriku dari dunia luar. Kebohongan topeng itu menutupi semua perasaanku(benci, marah, sedih, senang). Dan itu membuatku semakin dijauhi. Memang ada beberapa teman yang mungkin bisa dibilang masih cukup akrab. Namun jika kondisi berubah, aku yakin aku pasti akan ditinggalkan. Alasan? Sederhana saja. Karena aku tidak asyik diajak berteman. Wajahku sendiri tidak menunjukkan orang yang ingin berteman. Lalu kau mungkin akan bertanya, mengapa aku bisa berkesimpulan seperti itu? Tentu saja aku bisa, aku punya logika yang kupakai. Aku melihat cukup banyak hubungan antar orang yang seumur atau dibawahku, hal itu sudah bisa memberikanku kesimpulan.

Bukan keinginanku untuk dibenci sih, namun memang topengku sudah terbentuk seperti itu. Pengkhianatan, penghinaan, penipuan, kekecewaan. Semua itu aku alami dan itu membentuk topengku yang sekarang ini. Walaupun aku juga mengalami keadaan bahagia, namun manusia pada dasarnya lebih mudah mengingat kejadian pahit dibandingkan kejadian manis. Aku rasanya ingin sekali marah sekaligus menangis saat ini. Kenapa? Marah karena mengapa manusia tidak bisa saling mengerti, mengapa manusia selalu berusaha untuk menang dengan berdasarkan jumlah bukan kebenaran(contoh:jika 10 orang mengatakan benda bulat itu adalah bola dan hanya 1 orang yang mengatakan benda bulat itu adalah kotak, maka benda itu akan selalu disebut bola). Sedih karena mengapa aku mau membiarkan diriku marah, sedih karena mengetahui aku masih bisa marah membuatku merasa aku tidak pantas untuk memiliki seseorang untuk kulindungi.

Terlepas dari kebencian, marah, kesedihan dan semua perasaan yang tak bisa kutuliskan itu. Aku menyadari bahwa tiap saat aku bisa saja mati. Aku selalu membayangkan, pada saat aku akan mati, apa yang akan kulakukan. Aku sudah mempunyai jawaban sementara sih, jawaban itu adalah ketika aku akan mati, aku akan tersenyum dan tertawa mengenang perbuatan-perbuatan yang telah kulakukan, mengenang kebodohan yang telah kulakukan, mengenang mereka yang menurutku masih lebih rendah dariku(karena sifatku yang mudah sombong), dan kalau mungkin mengenang dia yang selalu ingin kulindungi. Sebelum kuliah dan masuk organisasi, tidak pernah ada yang bilang kalau aku ini tidak pernah tersenyum. Aku baru menyadarinya setelah teman-teman organisasiku bertanya kenapa aku tidak pernah tersenyum. Aku cuma bisa diam dan tersenyum(walaupun di mukaku mereka tidak melihat senyuman).

Ini bukan surat wasiat, tentu saja bukan. Karena aku masih belum mau pindah kehidupan. Aku masih mau mencari dia yang indah yang ingin kulindungi. Tapi seandainya saja terjadi, aku hanya ingin tersenyum dan tertawa bila saat itu tiba...Haha

Label:

Jumat, 2008 September 19

HP hilang?! Waaaaaaaaaaaa

Pagi ini, tanggal 19 September Handphoneku hilang dicuri orang!!! Untuk sementara tidak ada yang bisa menghubungi aku lewat HP.

Label:

Selasa, 2008 Juni 17

Domainku T_T

Haha..domain on.web.id sudah tidak bisa dipakai lagi, mungkin karena gratisan, akhirnya kembali lagi ke blogspot.com

Para pembaca setia (kayak punya pembaca aja haha) yang mungkin sudah familiar dengan mengetikkan soren8heart.on.web.id harus mengganti dengan soren8heart.blogspot.com, yang mem-bookmark juga (pede amat) :D

Peace

Kamis, 2008 Juni 12

Berhenti Makan Daging = Berhentinya Global Warming???

Aneh ya? Apa hubungannya berhenti makan daging dengan berhentinya global warming?
Begini, kebetulan di kala sibuknya saya menuliskan Laporan Kerja Praktek, iseng-iseng saya menemukan sebuah buku/buletin yang berjudul Global Warming. Tapi sepertinya Global Warming bukanlah judulnya dan kelihatannya tidak terbit secara berkala. Yang dapat saya temui adalah mungkin ini bersumber dari blog : http://hiduplebihmulia.blogspot.com yang sudah dialihkan ke http://hiduplebihmulia.wordpress.com

Nah, di buku/buletin itu terdapat bermacam-macam ulasan mengenai global warming, dan yang menarik perhatian saya adalah ketika menemukan halaman berjudul "Adakah Solusinya?"

Di halaman tersebut saya menemukan solusi yang paling pertama adalah [1] Berhenti atau kurangilah makan daging!

Berikut saya tulis ulang artikel pada bagian ini(Semoga tidak apa2 menuliskan ulang disini, karena belum izin, tapi toh demi memperjuangkan pencegahan global warming juga :D)

[1] Berhentilah atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul
Livestock's Long Shadow: Environmental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya!

Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!


Nah dari artikel di atas kita mengetahui bahwa menjadi vegetarian akan membantu mencegah global warming. Tentu saja dengan hanya menjadi seorang vegetarian tidak akan langsung membuat global warming berkurang drastis. Masih perlu tindakan-tindakan lain.

Lalu bagaimana agar kita bisa memberikan kontribusi? Mulailah kurangi memakan daging, saya tahu menurut kalian bahwa daging itu enak, tetapi bukankah menjaga bumi juga merupakan kewajiban kita? Seandainya satu orang mau memulai, lalu yang lain mengikuti, setelah itu semua juga menjadi vegetarian. Dengan begini, kita juga dapat melatih kasih sayang terhadap binatang dengan mengurangi makan daging tersebut. Memang dampak lainnya adalah, usaha peternakan bisa bangkrut karena semua orang vegetarian, tetapi apa boleh buat, demi bumi kita ini. Mungkin usahawan ternak bisa beralih ke usaha sayur karena semua orang pindah ke sayur, kan lebih untung? Hehe

Mungkin banyak sekali dari teman-teman yang sulit untuk tidak makan daging, bahkan ada yang memang terlahir tidak bisa memakan daging. Yah, mulailah mencoba, kalau tidak dimulai, mana tahu bisa atau tidak. Saya saja, bisa koq tidak makan daging selama berbulan-bulan(walaupun itu karena makanan daging lebih mahal daripada sayur untuk mahasiswa seperti saya ini).

Mulai bertindak sekarang juga, hari ini tidak makan daging, selangkah bagi kita menuju penghentian global warming. Peace!

Label: